Kisah Inspirasi Adila Amalia dalam “Internalisasi Nilai-nilai Philosophy for Children (P4C) untuk Membentuk Karakter Siswa Unggul melalui Teknologi Augmented Reality berbasis Etnosains’’

Hi, saya Adila Amalia. Saya adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako (UNTAD). Disini saya akan menceritakan pengalaman saya atas kemenangan yang saya peroleh saat mengkuti pemilihan mahasiswa berprestasi (MAWAPRES) tahun 2018. Dan Alhamdulillah pada pemilihan ini saya menduduki peringkat ke-3 di tingkat Fakultas.

Internalisasi Nilai-nilai Philosophy for Children (P4C) untuk Membentuk Karakter Siswa Unggul melalui Teknologi Augmented Reality berbasis Etnosains’’ merupakan judul  karya tulis saya pada saat itu. Karya tulis ini saya buat untuk menjadi bekal dalam ilmu pendidikan yang tentunya sesuai dengan tema yaitu “ Sustainable Development Goals (SDGs) ’’. Tema ini bertujuan untuk membuat pendidikan lebih maju, bukan dari segi aspek pendidikannya saja tapi banyak point yang ingin dibuat maju seperti dalam bidang kesehatan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.

Nah, kembali ke judul saya sebelumnya. Saya mengangkat karya tulis ini karena saya beranggapan bahwa “jika ingin membangun pendidikan, kita harus mempunyai sumber daya manusia yang unggul atau berkualitas agar dapat bersaing dan menciptakan prestasi tentunya’’. Melalui pendekatan P4C ini , nilai-nilainya yang terdapat didalamnya dapat kita internalisasikan untuk membentuk karakter siswa yang unggul. Hal ini tentunya akan menciptakan generasi yang berkualitas sehingga mampu membangun pendidikan yang ada saat ini dan seterusnya. Philosophy For Children (P4C) atau filosofi untuk Anak-Anak tidak mengacu pada pengajaran filosofi tradisional anak-anak, melainkan, adalah pendekatan pedagogis yang dikembangkan oleh Mat Lipman yang berpusat pada keterampilan berpikir mengajar dan kemampuan untuk bertanya dan alasan. Pendekatan yang di terapkan dalam pembelajaran ini juga menggunakan media sebagai penunjang dalam proses kegiatan belajar mengajar. Media yang digunakan adalah Augmented reality (AR), merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Mengapa saya menggunakan media teknologi, seperti yang kita ketahui sekarang kita berada di abad ke-21 dengan perkembangan zaman yang semakin canggih.

Etnosains yang menjadi basis dari pendekata P4C ini dapat menjadi pilihan yang tepat karena siswa dapat mendapatkan pengetahuan berbasis kearifan lokal sesuai dengan budaya dimana ia berada. Lingkungan sekitar yang tadinya asing dalam pembelajaran menjadi pengetahuan yang lebih mendalam untuk mereka dapatkan. Etnosains merupakan pengetahuan budaya yang dimiliki suatu daerah dan bangsa. Parris (2010) menyatakan pembelajaran berbasis etnosains sangat diperlukan bagi peserta didik, karena akan mengajarkan sikap cinta terhadap budaya dan bangsa, dan memperkenalkan kepada peserta didik tentang potensi-potensi sebuah daerah sehingga lebih mengenal budaya daerahnya.

Dalam model ini, sekelompok anak-anak diberi stimulus, seperti cerita atau masalah ilmiah dan mereka diminta untuk menghasilkan pertanyaan-pertanyaan darinya tentang apa pun yang bermasalah, membingungkan atau menarik, sehingga memutuskan kerangka kerja observasi. Kelompok tersebut kemudian berunding bersama-sama dengan mengajukan ide, menanggapi dan membangun ide-ide orang lain dan menghasilkan pertanyaan lebih lanjut sampai mereka puas dengan bagaimana mereka telah mengatasi masalah. Mereka diminta untuk merefleksikan jawaban yang muncul dan pembelajaran mereka. Jika isi diskusi dianggap kurang penting daripada kualitas penalaran, maka peran guru adalah untuk mengembangkan tingkat penalaran yang lebih tinggi, melalui menggunakan pertanyaan panduan, misalnya mendorong penggunaan contoh, alasan, kriteria.

Oleh karena itu, pendekatan P4C dengan menginternalisasikan nilai-nilai yang ada mampu mencetak siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam karakter dan kepribadian.

Itulah sekilas mengenai karya tulis saya. Jadi bagian dari mahasiswa beprestasi dalam dunia kampus tentunya memiliki tempat kebanggan tersendiri buat saya. Selain ilmu yang saya dapatkan, saya juga mendapatkan pengalaman dari pemilihan ini. Mulai dari prosesnya yang tidaklah mudah, tahap demi tahap yang harus kita lewati dengan sabar dan kepercayaan dalam diri yang lebih ditingkatkan lagi. Karena semua hal yang kita lalui harus dilakukan dengan ketaatan, doa, usaha dan juga kepercayaan diri.

Sebenarnya pencapaian yang sesungguhnya itu adalah saat apa yang kita beri menjadi bermanfaat untuk orang-orang disekitar kita. Karena arti kemenangan buat saya adalah ketika saya menjadi seseorang yang bermanfaat. Dan perlu kita tahu “ Winning isn’t everything, it’s the only thing “ – Vince Lombardi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *